(2) Memulai dengan Yang Akhir

Memulai dengan yang akhir berarti memulai setiap aktifitas amal shaleh yang berlandaskan pengharapan akan pertemuan dengan Allah Azza dengan memperhatikan akhir dari kehidupan, yaitu kematian. Kita mesti memikirkan dan merenungkan terlebih dahulu bagaimana keadaan kita di saat menghadapi kematian dengan amal yang akan kita lakukan, baik ataupun buruk. Sehingga kita tidak beramal kecuali benar-benar memperhatikan apa yang didapat dari amal tersebut. Karena kematian itu akan datang dimana saja kita berada dan pada waktu yang tidak kita ketahui.

أينما تكونوا يدرككم الموت ولو كنتم في بروج مشيدة ، النساء ٤ : ۷۸

“Dimana saja kalian berada, kematian akan menghampirimu walaupun kalian berada di dalam benteng yang kokoh.” (QS. Annisa, 4 : 78).

قل إن الموت الذي تفرون منه فإنه ملاقيكم ثم تردون إلى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون. الجمعة ٦۲ : ۸

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka benar-benar dia akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahi yang ghaib dan yang nyata, lalu Ia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian perbuat.” (QS. Al-Jumu’ah, 62 : 8).

Dan jika ketetapan datangnya ajal itu telah tiba, ia tidak bisa diundur atau dipercepat.

ولن يؤخر الله نفسا إذا جاء أجلها والله خبير بما تعملون. المنافقون ٦٣ : ۱۱

“Allah tidak akan mengakhirkan satu jiwa apa bila telah datang ajalnya, dan Allah Maha Mengabarkan apa yang kalian perbuat.” (QS. Al-Munafiqun, 63 : 11).

ولكل أمة أجل فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون. الأعراف ۷ : ٣٤

“Bagi setiap umat telah ditetapkan ajalnya, maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak akan bisa mengakhirkannya walaupun sesaat dan tidak pula mereka bisa mempercepatnya.” (QS. Al-A’raf, 7 : 34).

Datangnya kematian itu adalah pasti tanpa diragukan lagi. Tetapi sangat disayangkan banyak di antara manusia yang mencintai dunia secara berlebihan sehingga mereka melupakan kematian yang akan memutuskan segala keni’matan dunia itu. Mereka terlanjur ni’mat hidup di dunia sehingga di saat kematian itu datang, maka penyesalanlah yang mereka rasakan, mereka menginginkan untuk dikembalikan ke alam dunia agar dapat mengerjakan amal shaleh yang telah mereka tinggalkan, namun penyesalan pada waktu itu sama sekali tidak ada gunanya.

كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور. ال عمران ٣ : ۱۸۵

“Setiap yang bernyama akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah akan disempurnakan pahala kalian. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS: Ali Imran(3) : 185).

حتى إذا جاء أحدهم الموت قال رب ارجعون. لعلي أعمل صالحا فيما تركت كلا إنها كلمة هو قائلها ومن وراءهم برزخ إلى يوم يبعثون. المؤمنون ۲٣ : ۹۹ – ۱۰۰

“Hingga kelak apabila maut telah datang kepada salah seorang dari mereka, dia akan berkata: Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, supaya aku mengerjakan amal shalih yang dahulu telah ku¬tinggalkan. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanya kata-kata yang diucapkannya saja. Sedangkan di belakang mereka ada barzakh (din¬ding pembatas), sampai hari mereka di-bangkitkan. (QS. Al-Mu’minun, 23 : 99-100).

Dengan demikian seorang mu’min akan mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kematian tersebut. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk kematian.

عن شداد بن أوس عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والحاجز من اتبع هواه وتمنى على الله. رواه الترمذي وابن ماجة وأحمد

“Dari Syadad bin Aus ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda: orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk apa-apa yang akan dihadapi setelah kematian, sedangkan orang lemah (bodoh) adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Memulai perjuangan menghadapi kehidupan ini dengan memperhatikan batas akhir masa, merenungkan keadaan seperti apakah yang kita inginkan ketika maut menjemput kita, apakah berakhir dengan husnul khotimah ataukah su’ul khotimah? Apakah ruh kita pada saat itu dalam keadaan baik atau buruk? Kemudian apakah wajah amal perbuatan kita yang akan menemani kita selama berada di alam kubur datang dengan membawa kebaikan ataukah keburukan? Hal ini perlu menjadi renungan bagi kita sehingga perbuatan yang kita lakukan selalu tidak lepas dari tujuan karena kita senantiasa menggantungkan kematian di pelupuk mata kita. Sebagai sebuah gambaran yang jelas mengenai perjalanan ketika meninggal, maka berikut ini adalah sebuah hadits berkenaan dengan hal itu. Semoga selalu menjadi ingatan kita.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa’ bin Aazib RA berkata: “Kami bersama Nabi Muhammad SAW keluar menghantar jenazah seorang sahabat Ansar, maka ketika sampai ke kubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad SAW duduk dan kami duduk di sekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung di atas kepala kami, sedang Nabi Muhammad SAW mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian baginda SAW mengangkat kepala sambil bersabda: “Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.” Nabi Muhammad SAW mengulangi sebanyak 3 kali.”

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk di depannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: “Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah SWT dan ridhaNya.”

Nabi Muhammad SAW bersabda lagi: “Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum di atas bumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: “Roh siapakah yang harum ini?” Dijawab: “Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah SWT berfirman: “Catatlah suratnya di Illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya.”

Maka kembalilah roh ke jasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua malaikat untuk bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: “Apakah agamamu?” Maka dijawab: “Agamaku Islam” Ditanya lagi: “Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?” Dijawab: “Dia utusan Allah”. Lalu ditanya: “Bagaimanakah kamu mengetahui itu?” Maka dijawab: “Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya”

Maka terdengar suara: “Benar hambaKu, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju ke syurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata.” Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: “Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah SWT kepadamu.” Lalu bertanya: “Siapakah kau?” Jawabnya: “Saya amalmu yang baik.” Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat, maka turun kepadanya malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk di mukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: “Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah.”

Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: “Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?” Dijawab: “Roh fulan bin fulan.” dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai di langit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya.

Kemudian Nabi Muhammad SAW membaca ayat yang bermaksud:.” Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum.”

Kemudian diperintahkan: “Tulislah orang itu dalam Sijjin.” Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat yang bermaksud: “Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam.”

Kemudian dikembalikan roh itu ke dalam jasad di dalam kubur, lalu didatangi oleh dua malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: “”Siapa Tuhanmu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu”. Lalu ditanya: “Apakah agamamu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu”. Ditanya lagi: “Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?” Dijawab: “Saya tidak tahu”. Lalu ditanya: “Bagaimanakah kamu mengetahui itu?” Maka dijawab: “Saya tidak tahu”

Maka terdengar suara seruan dari langit: “Dusta hambaKu, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya. Kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: “Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu.” Lalu ia bertanya: “Siapakah kau?” Jawabnya: “Aku amalmu yang jelek.” Lalu ia berkata: “Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s