Ujian dan Bukti Keimanan

Meski kita berada di negeri yang sumber daya alamnya kaya raya, namun dari hari ke hari situasi ekonomi semakin sulit dirasakan. Hal ini terjadi karena ulah para pemimpin yang tidak mampu mengelola kekayaan negeri ini dengan baik. Yang seharusnya para pemimpin kita itu mengelola alam yang ada untuk kesejahteraan rakyat, justeru kebijakan-kebijakan yang mereka keluarkan semakin menyengsarakan rakyat, hal itu dapat kita lihat dari kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga BBM mulai 1 April 2012 mendatang. Alasan-alasan yang mereka kemukakan sangat terasa tidak berpihak kepada rakyat, mereka lebih berpihak kepada asing serta mengikuti pasar internasional, tidak mempedulikan bagaimana kondisi rakyatnya, padahal masih banyak yang miskin. Ketika mereka mengeluarkan kebijakan itu, mungkin mereka tidak merasakan kesulitan karena hal itu tidak memberatkan hidup mereka, mereka dapat duduk santai di istana dengan hanya mengeluarkan komentar-komentar. Tetapi bagaimanakah yang dirasakan oleh rakyat di bawahnya? Inilah kerusakan para pemimpin kita hari ini. Yang seharusnya pemimpin itu menjadi orang yang pertama merasakan kesulitan rakyatnya, justeru mereka bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. Bahkan, budaya korupsi telah menjamur di antara mereka.

Satu sisi, kenyataan ini menjadi ujian keimanan buat kita. Keimanan kitalah yang akan mengokohkan pondasi hidup kita sesulit apapun yang kita rasakan. Karena kita meyakini bahwa Allah-lah yang maha pemberi rizki, kalau kita senantiasa mengabdi kepada-Nya, tentu Allah akan memberikan kita pertolongan. Namun, di sisi lain kondisi seperti ini harus kita hadapi dan kita perjuangankan agar terjadi suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Kita harus bangkit dari keterpurukan negeri kita ini, dengan kemampuan apapun yang kita miliki. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.  Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Ro’du, 13:11).

Perubahan itu ada dalam tanggung jawab kita. Selama kita hanya diam saja membiarkan kezaliman pemerintah, berarti kita membiarkan diri kita tenggelam dalam keterpurukan. Kita harus terus berusaha semampu kita untuk menolak tindakan-tindakan pemerintah yang hanya menyengsarakan rakyat, kalau mereka masih buta dan tuli dari kondisi rakyat, maka segeralah siapkan diri untuk menggantikan pemerintahan yang penuh dengan kezaliman itu dengan pemerintahan yang ‘adil sesuai dengan keridhoan Allah SWT Sang Pengatur bumi ini, yaitu dengan diterapkannya syariat Islam. Kita memiliki pedoman hidup, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw yang merupakan pijakan kita dalam berjuang. Diterapkannya syariat Islam adalah sebagai aplikasi keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, karena mana mungkin seseorang dapat disebut beriman padahal dia tidak mau menjalankan peraturan yang diberikan kepadanya.

” Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa, 04:65).

Dalam syariat Islam itulah terdapat perintah untuk menegakkan keadilan dengan sebenar-benarnya, serta akan terciptanya kesejahteraan rakyat. Maka, perundang-undangan yang ada di dalamnya pun senantiasa berpijak kepada keadilan dan kesejahteraan. Hal inilah yang pertama kali mesti kita sadari sebagai orang yang mengaku muslim, untuk kembali kepada ajaran Islam yang sesungguhnya, karena barangkali kita merasakan berbagai bencana kesulitan pada hari ini karena kita tidak menjalankan ajaran-ajarannya. Padahal, berkah Allah SWT dari langit dan bumi akan diturunkan jika suatu penduduk negeri itu beriman dan bertakwa kepada-Nya,

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka.” (QS. Al A’raf,07 : 96).

Maka, bukti keimanan dan ketakwaan kita adalah berjuang untuk menegakan hukum-hukum Allah yang telah diturunkan, meski kita akan berhadapan dengan kezaliman para penguasa itu.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Muadz bin Jabal, ia berkata: “Saya mendengar Rasululah SAW bersabda: “Sesungguhnya roda pengilingan Islam terus berputar, maka hendaklah kalian berputar bersama kitab Allah kemanapun ia berputar. Ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an akan berpisah dengan kekuasaan, maka janganlah kalian memisahkan diri dari Al-Qur’an. Ketahuilah, sesungguhnya akan datang kepada kalian para penguasa yang memutuskan perkara untuk kepentingan diri mereka sendiri dan tidak memutuskannya untuk kepentingan kalian. Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami lakukan?”

Beliau SAW menjawab, “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besir dan disalib di atas sebatang kayu. Mati di atas ketaatan kepada Allah lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan kepada Allah.”

(HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan Musnad asy-Syamiyin serta Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyah al-Awliya’. Imam Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid, 5/231, berkata: Perawi Yazid bin Martsad tidak mendengar hadits dari Mu’adz. Perawi Wadhin bin ‘Atha’ dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban dan lain-lain. Sementara seluruh perawi lainnya adalah para perawi yang tsiqah).

Maka saatnya bagi kita untuk senantiasa tegar di atas ujian keimanan, dan membuktikan keimanan dengan melakukan perjuangan di jalan ALLAH.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s