(1) Pencarian Yang Sesungguhnya

Yang dicari oleh seorang pejuang di jalan Allah di dalam kehidupan dunia ini sesungguhnya adalah pertemuan dengan Sang Pencipta, melihat langsung wajah Allah SWT yang maha mulia, karena keni’matan yang paling tinggi di surga adalah menatap wajah Allah SWT. Kecintaan yang lahir dari iman pejuang itu akan melahirkan kerinduan yang mendalam untuk dapat bertemu dengan Allah Azza wa Jalla.

عن صهيب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إذا دخل أهل الجنة الجنة يقول الله تبارك وتعالى تريدون شيئا أزيدكم؟ فيقولون ألم تبيض وجوهنا ؟ ألم تدخلنا الجنة وتنجنا من النار ؟ فيكشف الحجاب فما أعطوا شيئا أحب إليهم من النظر إلى ربهم عز وجل، ثم تلا هذه الآية (للذين أحسنوا الحسنى و الزيادة ) يونس : 26 رواه مسلم

Dari Shuhaib ra. Bahwasannya Rasulullah saw bersabda: apabila penghuni surga masuk surga, Allah SWT berfirman : maukah kalian Aku tambahkan sesuatu untuk kalian? Maka mereka menjawab, bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? Maka tersingkaplah tabir, maka tidak ada sesuatu yang diberikan kepada mereka yang mereka cinta selain dari melihat Rabb mereka Azza wa Jalla, kemudian beliau membaca surat “ Bagi orang-orang yang berbuat baik mendapat kebaikan (surga) dan tambahan (yaitu melihat wajah Allah SWT)”. [Surat Yunus : 26]. (HR. Muslim).

Tujuan hidup yang hakiki inilah yang senantiasa diyakini oleh sang pejuang. Ia yakin bahwa hidup di dunia ini hanyalah senda gurau dan permainan, bukan kehidupan yang sejati. Di saat mendapat kesenangan, maka kesenangan itu hanya sementara, begitupun di saat mendapat kesusahan. Dia tidak sombong dan lupa diri saat mendapat kesenangan, tetapi bersyukur, dia tidak berputus asa ketika mendapat kesusahan, tetapi bersabar. Irama kehidupannya selalu diisi dengan amal shaleh yang berbanding lurus dengan tujuan yang dia idam-idamkan itu.

“ Tidaklah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan permainan, dan sesungguhnya negeri Akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya, kalaulah mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut, 19:64).

Dia berusaha untuk mendapatkan bagiannya di dunia semata-mata untuk menjalankan tugasnya, yaitu ibadah kepada Allah. Tetapi bukan dunia yang sebenarnya dia cari, karena walau bagaimana pun keni’matan-keni’matan dunia tidak ada yang dapat memuaskan. Sehingga dia tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Dia lebih berharap kepada apa yang ada di sisi Rabbnya yang disediakan untuknya kelak di surga, karena di sanalah akan didapat keni’matan yang memuaskan.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman: “Aku siapkan untuk hambaKu yang shalih apa yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya”. (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, tak sedikitpun mata sang pejuang di jalan Allah berpaling mengagumi gemerlapnya perhiasan kehidupan dunia dan mengikuti orang-orang yang lalai dalam mengingat Allah, tetapi dia selalu istiqomah di jalan Allah.

“Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang beribadah kepada Rabb mereka di pagi dan sore hari, mereka menginginkan (menatap) wajah-Nya, dan janganlah kau palingkan kedua matamu dari mereka untuk menginginkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kau ikuti orang yang kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami dan ia mengikuti hawa nafsunya dan urusannya sia-sia.” (QS. Al-Kahfi, 18:28)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s