Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri

Sahabat seiman, semoga dalam hari raya ‘Idul Fitri yang akan menghampiri, Allah SWT memberikan kebahagiaan kepada kita. ‘Idul Fitri adalah suasana yang luar biasa, tali persaudaraan yang kuat (ukhuwah) sangat terlihat di antara kaum muslimin. Satu sama lain saling mengunjungi, mengasihi dan memaafkan. Sungguh indah.

Suasana keindahan itu akan sempurna manakala kita dapat mengikuti tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakni, segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah harta yang halal. Hanya akan menjadi kebahagiaan yang kamuflase kalau baju baru yang kita pakai adalah hasil curian atau korupsi, apalagi jika dipakai oleh anak istri kita, saudara-saudara dan kerabat kita, hati kecil itu akan berteriak malu karena ia menyadari bahwa harta itu bukan Hak kita. Bahkan hati kita akan menjadi semakin tragis jika semua kegembiraan yang kita rasakan saat hari raya adalah hasil kedurhakaan kepada Allah.

Kebahagiaan itu lahir dari kebersihan hati dan kebersihan harta. Untuk itu Allah SWT memerintahkan kita untuk menyempurnakan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan mewajibkan Zakat Fitrah, sebagai pembersih diri dan harta serta sebagai pemberian makan bagi fakir miskin (Thuhrotan Lish-Shoim wa Thu’matan Lil Masakin). Kebahagiaan, juga lahir dari sikap memberi dan berbagi dengan orang lain. Ada kepuasan tersendiri saat kita mampu memberi dengan apapun yang kita miliki, termasuk memberi maaf atas kesalahan orang lain.

Perjuangan yang kita lakukan pun akhirnya akan berbuah kebahagiaan. Tiada kebahagiaan yang memuaskan kecuali setelah kita melakukan perjuangan. Seperti sabda Rasul saw bahwa ‘sebaik-baik harta yang halal adalah yang didapat hasil jerih payah tangan sendiri’, karena ia memberikan kepuasan. Perjuangan kita selama bulan Ramadhan untuk menahan lapar dan haus, menahan godaan syetan dan hawa nafsu, serta mengisi hari-hari kita dengan perjuangan dalam beribadah kepada Allah, maka pada saat ‘Idul Fitri para hamba Allah yang taat kepada-Nya merayakan kemenangan.

Hari ‘Idul Fitri adalah Hari yang mesti kita rayakan dengan menampakkan keindahan ni’mat-ni’mat-Nya dengan penuh kesyukuran. Untuk itu kita dilarang berpuasa, sebelum berangkat shalat ‘Id kita disunnahkan untuk meni’mati makanan terlebih dahulu. Termasuk pula memakai pakaian yang bagus dan wewangian, berbagi kebahagiaan dengan memberi, mempererat tali persaudaraan dengan kerabat dan kaum muslimin. Suasana kebahagiaan yang meriah itu merupakan pancaran Rahmat Allah SWT.

Namun, kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya, ia hanyalah kebahagiaan yang sementara yang Allah berikan di dunia. Kebahagiaan hakiki adalah saat kita terbebas dari kesengsaraan hidup di neraka dan meraih kebahagiaan di surga. “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah menang. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali Imran : 185). Oleh karena itu, perjuangan kita belum selesai. Tugas kita untuk melanjutkan perjuangan melawan godaan syetan dan hawa nafsu, kekhusyuan-kekhusyuan ibadah, kedermawanan jiwa, dan ukhuwah yang kuat di antara kaum muslimin dalam mengokohkan langkah da’wah dan jihad menuju masa depan yang lebih cerah, masih harus kita gelorakan hingga kereta kematian menjemput.

Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri, 1 Syawal 1432 H

Taqobbalallahu Minna Waminkum, Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

Moch Atim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s