Memaknai Kemerdekaan

Hari kemerekaan Tahun ini bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H. Semangat kemerdekaan yang sudah ditorehkan oleh para pahlawan kita, selaras dengan semangat Ramadhan yang pada saat itu terjadi perang besar pertama, Badar. Pada 17 Agustus 1945, saat proklamasi dibacakan, pun berlangsung pada hari Jum’at bulan Ramadhan.

Sudah 66 Tahun Indonesia ‘merdeka’ dari penjajahan bangsa lain, kita sebagai bangsa yang cerdas mestinya merenungkan kembali, apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka? Jangan-jangan kemerdekaan kita hanya sebatas bisa lomba makan kerupuk, balap karung dan panjat pinang, sementara dibalik itu kita masih dijajah!

Perlu kita sadari, bahwa saat ini Indonesia masih berada dalam cengkraman penjajahan gaya baru. Namun hal ini tidak banyak disadari oleh bangsa Indonesia, dan bukan dianggap sebagai suatu penjajahan karena sudah merasa aman dari berendelan senjata api.

Saat ini, negara-negara Barat membuat penjajahan gaya baru. Penjajahan gaya baru tersebut meliputi :

1. Ekonomi & Politik

Dibuatnya ketergantungan hutang luar negeri melalui instansi IMF dan Word Bank. Dengan hal itu mereka dapat menancapkan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dengan pasar bebas, mereka dapat menguasai perekonomian dan mengeksploitasi kekayaan alam negara kita, sementara bangsa Indonesia sendiri berada dalam ekonomi yang memperihatinkan. Hal itu semakin menguatkan kepentingan politik mereka, dimana kebijakan-kebijakan banyak distir oleh mereka, termasuk susunan kabinet dan program-program perekonomian harus meminta izin ke mereka melalui apa yang disebut dengan lettern of intens. Hal itu membuat bangsa kita tidak memiliki kemandirian dan pemimpin kita tidak memiliki keberanian untuk menjaga harga diri bangsa.

2. Budaya

Bangsa-bangsa asing (kafir) menguasai media-media bangsa kita, sehingga setiap hari kita dijajah dengan pemikiran dan prilaku yang membuat kita lemah (westernisasi). Sehingga suburlah paham-paham materialisme, hedonisme dan sekularisme. Hal itu akan mempengaruhi budaya kita (khususnya umat Islam yang mayoritas) bahkan dapat merusak aqidah.

3. Hukum

Meski Belanda sudah dapat terusir dari penjajahan fisik di negri kita, namun hukum yang dibawa oleh mereka justru masih dipakai hingga saat ini.

Sebagai umat Islam, kita harus memahami Hakikat Kemerdekaan dalam Islam yang meliputi :

1. Merdeka dari penghambaan kepada selain Allah Sang Khaliq
Al-An’am : 19, 78

2. Merdeka dari jeratan Syetan
Al-Baqoroh : 208, Ibrahim : 22

3. Merdeka dari Belenggu Hawa Nafsu
An-Nazi’at : 40

4. Merdeka dari penjajahan orang Kafir
Al-Baqoroh : 120, Al-Anfal : 30

Semoga kita dapat mewujudkan Kemerdekaan yang hakiki tersebut dalam diri kita, dan kesadaran kita akan kondisi saat ini dan antisipasi terhadap masa yang akan datang membuat kita bersungguh-sungguh untuk terus berjuang, karena perjuangan tak pernah berakhir selagi kita di dunia, Allahu Akbar!

Salam Perjuangan,

Moch Atim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s