Pemahaman Dasar Keislaman (untuk pemula)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Ilahy Rabby yang tak pernah henti memberikan kita banyak keni’matan. Kita patut bersyukur atas segala ni’mat tersebut dengan mengabdikan diri kita kepada-Nya secara tulus. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah shallallhu ’alaihi wasallam.

Atas izin-Nya, buku ini dapat penulis rampungkan dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan pengajaran di TPQ Yayasan Umi Ayat. Buku Pemahaman Dasar Islam ini menjadi salah satu materi pelajaran yang diajarkan kepada para santri, karena bersifat dasar, maka di dalamnya terdapat pengenalan mendasar tentang berbagai hal yang mencakup Aqidah, Akhlaq dan Fiqih. Dengan kehadiran buku ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan di dalamnya karena berangkat dari keterbatasan ilmu yang dimiliki oleh penulis. Namun demikian, penulis menjadikannya sebagai bentuk amanah yang mesti dijalankan.
Meski sederhana, diharapkan buku ini dapat menjadi acuan dalam membekali anak-anak didik kita dengan pemahaman dasar keislaman yang benar. Semoga bermanfaat bagi kita semua dalam kelancaran tarbiyah dan dakwah Islamiyah.
Billahi fii Sabilil Haq

Muhammad Atim
Koordinator Majlis Pendidikan & Dakwah
Yayasan Umi Ayat

DAFTAR ISI
Rukun iman ……………………………………………………….. 3
Rukun Islam ………………………………………………………. 3
Mengenal Allah …………………………………………………… 4
Mengenal Malaikat dan tugasnya ………………………………. 4
Mengenal Kitab-kitab Allah ……………………………………… 5
Mengenal Al-Qur’an ……………………………………………… 6
Mengenal Nabi dan Rasul Allah ………………………………… 6
Mengenal Nabi Muhammad Rasulullah saw ………………….. 8
Mengenal Hari Kiamat …………………………………………… 9
Mengenal surga dan neraka ……………………………………… 10
Mengenal Takdir Allah ……………………………………………. 11
Mengenal Syahadat ……………………………………………….. 11
Mengenal Sholat …………………………………………………… 12
Mengenal Zakat ……………………………………………………. 13
Rajin Bershodaqoh ………………………………………………… 13
Mengenal Shaum ………………………………………………….. 15
Mengenal Haji …………………………………………………….. 15
Mengenal Ibadah ………………………………………………….. 16
Mengenal Thoharoh ………………………………………………. 17
Mengenal Najis ……………………………………………………. 17
Mengenal hukum Islam ………………………………………….. 18
Mengenal Hadits ………………………………………………….. 18
Makanan Halal dan haram ………………………………………. 18
Mengenal Sholat Jum’at ………………………………………….. 20
Mengenal Bulan Hijriah ………………………………………….. 21
Hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha …………………………….. 21
Mengenal Tahun baru Islam ……………………………………… 22
Mengenal Bulan Ramadhan ……………………………………… 23
Mengenal Dosa-dosa besar ………………………………………. 23
Mengenal Dosa-dosa kecil ……………………………………….. 24
Mengenal Syetan …………………………………………………… 25

RUKUN IMAN

Iman menurut bahasa adalah percaya atau yakin. Menurut istilah yaitu: ”membenarkan dan meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan anggota badan”.

Rukun iman ada enam perkara, yaitu :
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
4. Iman kepada Nabi-nabi & Rasul-rasul Allah
5. Iman kepada Hari Akhir
6. Iman Kepada Takdir baik dan buruk

RUKUN ISLAM

Islam menurut bahasa adalah menyerahkan diri. Menurut Istilah yaitu: “Agama yang diridoi oleh Allah SWT dengan menyerahkan diri kepada Allah dan menerima segala aturan-aturan Allah baik dalam Al-Qur’an maupun dalam As-Sunnah.”

Rukun Islam ada lima perkara, yaitu :
1. Membaca dua kalimat Syahadat
2. Mendirikan Sholat
3. Menunaikan Zakat
4. Puasa/Shaum
5. Haji ke Baitullah

MENGENAL ALLAH

Iman kepada Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah adalah Dzat yang satu, satu-satunya sebagai Pencipta, Penguasa, Pengatur dan Pemelihara semua makhluknya. Dzat yang wajib disembah, dan Ia memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang baik, seperti Ar-Rahmaan (Maha Pengasih), Ar-Rohiim (Maha Penyayang), Al-Hamiid (Maha terpuji), Al-‘Aliim (Maha Mengetahui), dll.
Lalu apa bukti adanya Allah? Buktinya adalah, setiap yang ada pasti ada yang menciptakan. Contoh, lihat benda-benda yang ada di sekeliling kita, tidak mungkin ada dengan sendirinya, pasti ada yang membuat dan membawanya. Lihat juga benda-benda yang ada di langit, matahari, bulan, bintang dll, tidak mungkin ada dengan sendirinya pasti ada yang menciptakannya yaitu Allah Azza Wa Jalla. Allah maha menciptakan segalanya.
Alam semesta begitu teratur. Matahari terbit dan terbenam, siang berganti malam, ada bulan dan bintang-bintang yang sangat indah menghiasi langit. Semua makhluk mendapatkan rezeki untuk hidup. Itu semua Allah yang mengaturnya. Jika terjadi bencana, semua orang panik ia meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuat karena manusia itu lemah, dan Yang Maha Kuat itu adalah Allah Azza Wa Jalla.

MENGENAL MALAIKAT DAN TUGASNYA

Makhluk-makhluk Allah itu banyak, salah satunya ada yang dinamakan Malaikat. Allah menciptakan Malaikat dari cahaya (nur), malaikat itu selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya dan tidak pernah mendurhakainya. Allah SWT memberikan tugas kepada malaikat yang Ia ciptakan, diantaranya :
1. Malaikat Jibril ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada para Rasul
2. Malaikat Mikail yang ditugaskan menurunkan hujan
3. Malaikat Isrofil ditugaskan meniup terompet pada hari kiamat
4. Malaikat Maut ditugaskan untuk mencabut nyawa
5. Malaikat ditugaskan untuk menjaga surga
6. Malaikat Malik dan kawan-kawannya yang disebut Zabaniyah ditugaskan menjaga neraka
7. Malaikat Mu’aqibat yang ditugaskan untuk menjaga seorang hamba Allah
8. Malaikat Kiromun Katibun ditugaskan untuk mengawal dan mencatat amal manusia

MENGENAL KITAB-KITAB ALLAH

Iman kepada Kitab-kitab Allah yaitu: “Membenarkan bahwa sesungguhnya kitab-kitab itu adalah kalam Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya.” Kitab-kitab itu adalah :
1. Kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s
2. Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s
3. Kitab Injil kepada Nabi ‘Isa a.s
4. Kitab Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Di samping kitab-kitab tersebut, ada juga yang dinamakan shuhuf (lembaran-lembaran), yaitu yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan nabi Musa.
Iman kepada kitab-kitab sebelum Al-Qur’an kita cukup meyakininya saja tanpa harus memiliki kitabnya dan mempelajarinya. Sedangkan Iman kepada Al-Qur’an kita harus memilikinya dan mempelajarinya.

MENGENAL AL-QUR’AN

Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril membacanya adalah ibadah, dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Naas.
Al-Qur’an menjadi pedoman hidup seorang muslim dengan mempelajarinya, membacanya, memahaminya, menghapalkannya, mengamalkannya dan mendakwahkannya. Ia terdiri dari 30 Juz dan 114 surat yang kesemuanya itu dijaga oleh Allah SWT keasliannya.

MENGENAL NABI DAN RASUL ALLAH

Rukun iman yang ketiga ialah iman kepada para rasul Allah, yaitu meyakini bahwa mereka itu adalah manusia pilihan Allah untuk menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia. Mereka itu ma’shum, terjaga dan terpelihara dari perbuatan durhaka kepada Allah, mereka pasti jujur dalam menyampaikan risalah Allah.
Nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah dan meneruskan tatacara Ibadah Rasul sebelumnya, sementara Rasul adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah dengan membawa tatacara Ibadah baru. Semua Nabi dan Rasul itu membawa agama yang sama yaitu Islam, dengan dasar yang sama yaitu hanya menyembah Allah dan tidak menyembah yang lainnya.
Menurut hadits riwayat imam Ahmad, jumlah nabi itu ada 124.000 orang, sedangkan jumlah rasul ada 310 orang, tetapi yang ada dalam al-Quran, yang disebut langsung namanya adalah 25 orang dan inilah yang wajib kita imani karena tidak bisa kita menetapkan si A seorang nabi atau si B rasul kecuali harus berdasarkan wahyu dari Allah.
Perbedaan nabi dan rasul ialah; Nabi diutus dengan tidak membawa syari’at yang baru, sedangkan Rasul diutus dengan membawa syari’at yang baru.
25 Nabi dan Rasul itu adalah :

1. Adam AS. 14. Musa AS.
2. Idris AS. 15. Harun AS.
3. Nuh AS. 16. Zulkifli AS.
4. Hud AS. 17. Daud AS.
5. Soleh AS. 18. Sulaiman AS
6. Ibrahim AS. 19. Ilyas AS.
7. Luth AS. 20. Ilyasa’a AS.
8. Ismail AS. 21. Yunus AS.
9. Ishak AS. 22. Zakaria AS.
10. Yakub AS. 23. Yahya AS.
11. Yusuf AS. 24. Isa AS
12. Ayub AS. 25. Muhammad SAW
13. Sueb AS.

MENGENAL NABI MUHAMMAD
RASULULLAH SAW

Nama beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttolib, dilahirkan di Makkah pada tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Disebut tahun gajah karena pada saat itu ada pasukan gajah yang hendak menghancurkan ka’bah namun mereka tidak mampu karena Allah menjaganya.
Ayah beliau bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah. Ayahnya meninggal dunia ketika beliau masih dalam kandungan, 2 bulan sebelum lahir. Jadi beliau lahir dalam keadaan yatim. Ketika lahir beliau diurus oleh ibunya, kemudian dititipkan kepada seorang wanita yang menyusuinya di Kampung Bani Sa’ad namanya Halimatus Sa’diyah. Ketika bersama Halimah pada usia 4 tahun beliau didatangi dua Malaikat yang membelah dadanya untuk membersihkan kotoran tempat bersarangnya syetan, kemudian dikembalikan seperti semula.
Saat umur 5 tahun beliau dikembalikan kepada Ibunya. Setelah umurnya genap menjadi 6 tahun, ibunya mengajaknya untuk berziarah ke makan ayahnya. Setelah pulang, di perjalanan ibunya meninggal dunia. Jadi pada saat itu beliau menjadi yatim piatu. Kemudian diurus oleh kakeknya, Abdul Muttolib selama 2 tahun, setelah itu kakeknya meninggal. Ketika umur 8 tahun beliau diurus oleh pamannya, Abu Tholib. Bersama pamannya itu beliau tidak mau menyusahkannya, beliau sudah mulai bersusaha sendiri dengan menggembala kambing dan berdagang. Sampai usia 25 tahun beliau menikah dengan Siti Khodijah.
Beliau adalah orang jujur dan terpercaya, penyayang, berbuat baik kepada semua orang, sehingga beliau dijuluki Al-Amin (orang jujur dan terpercaya). Namun beliau sangat prihatin kepada masyarakatnya karena mereka menyembah berhala, saling membunuh, meminum-minuman keras, dan sebagainya. Beliau kemudian selalu berdiam di sebuah gua yang bernama Gua Hiro. Di Gua Hiro itulah ketika umur 40 tahun beliau menerima wahyu dari Allah berupa Al-Qur’an melalui Malaikat Jibril. Baliau menjadi Nabi dan Rasulullah (utusan Allah).
Pada saat menerima wahyu beliau kemudian mengajak orang untuk masuk Islam (berdakwah). Yang pertama kali masuk Islam adalah istrinya, Khodijah, kemudian sahabatnya Abu Bakar Shiddiq, sepupuhnya Ali bin Abi Tholib. Beliau terus mengajak umatnya untuk memeluk Islam dengan suka cita. Tiga tahun beliau melakukannya dengan cara rahasia, yaitu mengajak kepada orang terdekatnya. Setelah itu beliau mengajak dengan cara terang-terangan. Selama 13 tahun beliau berdakwah di Makkah, kemudian beliau hijrah ke Madinah, dan di Madinah selama 10 tahun. Setelah sempurna ajaran Islam dan banyak yang masuk Islam, lalu Allah SWT memanggilnya untuk kembali kepada-Nya (meninggal dunia), saat umur 63 tahun. Sholawat dan salam selalu tercurah kepada beliau, semoga kita bisa mengikuti jejak langkahnya, Aamiin.

MENGENAL HARI KIAMAT

Kita harus beriman kepada hari akhir, yaitu meyakini akan terjadinya hari kiamat (kehancuran bumi dan langit, alam kubur, kebangkitan dari kubur, alam mahsyar (saat dikumpulkannya manusia), hisab (perhitungan amal), mizan (timbangan amal), surga dan neraka.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan terjadinya kiamat, yang mengetahui hanyalah Allah Azza wa Jalla. Pada saat kiamat, bumi akan dihancurkan, gunung akan berterbangan seperti kapas yang ditiup, bintang-bintang akan berjatuhan, lautan akan menjadi lautan api, matahari akan digulung dan bulan akan pecah. Di saat itu semuanya akan hancur, yang kekal hanyalah Allah.

MENGENAL SURGA DAN NERAKA

NERAKA adalah api yang menyala-nyala sebagai tempat yang disiapkan Allah untuk orang-orang kafir yang menentang ajaran-Nya, yang mendustakan para Rasul-Nya. Tiada siksaan yang sangat berat selain di neraka, dan tiada tempat yang paling jelek selain di neraka. Berupa siksaannya, seseorang dibakar sampai menjadi debu kemudian dikembalikan seperti semula dan dibakar lagi dan seterusnya. Api di neraka tidak sama dengan api di dunia, panasnya ribuan kali lipat.
SURGA adalah tempat yang Allah siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang sholeh. Surga adalah tempat keni’matan yang abadi, pahala yang tiada terhingga, tidak pernah bisa dibayangkan dan belum ada seorang pun yang melihat betapa indahnya surga. Di sana terdapat sungai-sungai yang mengalir indah, makanan & minuman apa saja tersedia, piring dan gelasnya dari emas dan perak, pakaian yang dipakai dari sutra, jika ingin buah-buahan yang segar ia akan datang sendiri. Apa saja yang kita inginkan akan kita dapatkan, dan nikmat yang paling besar adalah menatap wajah Allah Azza wa Jalla sang pencipta.

MENGENAL TAKDIR ALLAH

Iman kepada Takdir Allah yaitu membenarkan bahwa sesungguhnya setiap peristiwa baik atau buruk merupakan kehendak Allah.
Iman kepada takdir itu ada 4 tingkatan, yaitu :

1. Setiap yang terjadi atas sepengetahuan Allah
2. Sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh
3. Atas kehendak Allah SWT
4. Allah menciptakan semua makhluk-Nya

MENGENAL SYAHADAT

Mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lafadz :
أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
” Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah.”

Dua kalimah syahadat itu merupakan gerbang untuk masuk ke dalam Islam, makanya orang yang hendak masuk Islam harus membacanya. Dua kalimah syahadat harus benar-benar dihayati oleh setiap orang Islam sehingga ia menjadi landasan hidup yang kokoh, yaitu mengakui bahwa hanya Allah SWT Tuhan yang berhak disembah dan dijadikan sebagai tujuan hidup, serta Nabi Muhammad saw adalah rasul yang diutus oleh Allah untuk menjadi teladan yang wajib diikuti.

MENGENAL SHALAT

Shalat menurut bahasa artinya doa. Sementara menurut istilah syari’at yaitu ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat itu ada dua macam, yaitu sholat wajib dan sholat sunah. Sholat wajib adalah shalat lima waktu dan sholat Jum’at, sementara sholat sunah seperti sholat ’idul fitru dan ’idul adha, sholat rowatib, sholat malam, sholat Dhuha dan yang lainnya. Sholat lima waktu yaitu :

1. Shalat Shubuh 2 rakaat
2. Shalat Dzuhur 4 rakaat
3. Shalat Ashar 4 rakaat
4. Shalat Maghrib 3 rakaat
5. Shalat Isya 4 rakaat

Sebelum sholat biasanya ada yang namanya adzan dan iqomah. Adzan ialah memberitahukan kepada Umat Islam bahwa waktu shalat telah tiba. Adzan dikumandangkan untuk shalat fardu saja. Dan orang yang adzan disebut Muadzin. Iqomah adalah pemberitahuan bahwa shalat akan dimulai pelaksanaannya.
Supaya shalat kita sah dan diterima oleh Allah SWT, maka kita harus memenuhi syarat-syaratnya yaitu :
1. Masuk waktu shalat
2. Menutup aurat
3. Badan, pakaian dan tempat shalat suci dari najis
4. suci dari hadats kecil/besar
5. Menghadap kiblat, bagi yang sedang dalam perjalanan boleh menghadap kemana saja sesuai dengan arah kendaraan

MENGENAL ZAKAT

Zakat merupakan rukun Islam yang ke-3. Zakat yaitu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengeluarkan sebagian hartanya dan diberikan kepada orang yang berhak diantaranya fakir miskin. Contohnya Zakat Fitrah, yaitu mengeluarkan beras atau yang sejenisnya pada akhir bulan Ramadhan dan dibagikan kepada fakir miskin sebelum sholat ‘Idul Fitri sebanyak 3,5 liter atau 2,5 kilogram. Ada juga yang disebut zakat mal (harta), yaitu kita mengeluarkan harta kita sebanyak 2,5 % jika harta kita sudah mencapai 85 gram emas dan mencapai satu tahun. Selain itu banyak macam-macam zakat diantaranya, zakat perdagangan, zakat pertanian dan sebagainya.

RAJIN BERSHODAQOH

Selain zakat yang wajib, Allah swt juga menyuruh kita untuk memperbanyak shodaqoh, hukumnya sunnah. Ketika kita memiliki kelebihan harta maka kita harus berbagi kepada sesama kita, dengan cara bersodaqoh kepada orang yang membutuhkan atau fakir miskin. Berapapun jumlahnya yang penting hati kita ikhlas ketika memberikannya. Karena harta yang kita miliki itu tidak kita bawa sampai ke akhirat, harta yang kita sodaqohkanlah yang akan kita dapatkan pahalanya, Allah akan menggantinya dengan pahala yang sangat besar di akhirat nanti.
Apapun yang bermanfaat bagi orang lain bisa kita sodaqohkan. Misalkan ketika kita punya makanan, kita berbagi dengan teman-teman kita. Atau ketika teman kita meminjam sesuatu, kita pinjamkan. Itu juga sodaqoh. Contoh lain ketika kita di jalan bertemu dengan pengemis, atau pengemis itu datang ke rumah kita, maka dengan senang hati kita memberi kepadanya berapapun yang kita punya. Berbuat baik apa saja kepada orang lain, bersikap ramah, bahkan tersenyum kepada orang lain pun termasuk sodaqoh.
Sebagai seorang muslim, kita harus menjadi orang yang dermawan, yaitu orang yang suka bersodaqoh. Jangan sebaliknya menjadi orang yang pelit, karena orang pelit itu adalah musuh Allah. Hakikatnya segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian dari Allah SWT, titipan dari Allah. Mengapa kita tidak mau bersodaqoh, padahal yang kita miliki sebetulnya bukan milik kita, tetapi milik Allah. Oleh karena itu, bersodaqohlah. Adapun syarat-syarat supaya sodaqoh kita diterima oleh Allah SWT adalah kita bersodaqoh dengan cara :
1. Ikhlas, mengharapkan pahala dari Allah
2. Tidak menyebut-nyebut pemberian kita kepada orang lain
3. Tidak menyakiti hati orang yang kita beri

MENGENAL SHAUM

Rukun Islam yang ke-4 adalah melaksanakan Shaum. Maksudnya shaum selama bulan Ramadhan yang hukumnya wajib. Selain yang wajib, shaum juga ada yang sunnah, yaitu shaum senin-kamis, shaum araofah yang dilaksanan pada satu hari sebelum ‘idul Adha, shaum tasu’a asyura (9-10 Muharram), shaum dawud (satu hari shaum satu hari tidak), shaum 6 hari di bulan syawal, dan sebagianya.
Shaum artinya kita menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri dari adzan shubuh sampai adzan maghrib. Kita diperintahkan untuk makan sahur sebelum waktu shubuh tiba dan menyegerakan berbuka di saat adzan maghrib berkumandang.

MENGENAL HAJI

Melaksanakan ibadah Haji adalah rukun Islam yang ke-5. Ibadah haji hukumnya wajib untuk kita laksanakan jika kita mampu untuk melaksankannya. Haji yaitu berangkat ke Baitullah Ka’bah yang berada di Masjidil Haram di Makkah Saudi Arabia, dan juga mendatangi tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu adalah selain Ka’bah dan Mas’a(tempat sa’i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf (berdiri) di suatu tempat yang bernama ‘Arafah, mazbit (bermalam) di Muzdalifah, melontar jumrah (batu sebanyak 7 kali), mabit di Mina, dan lain-lain.
Thawaf artinya mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Sa’i artinya berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka’bah) sebanyak 7 kali.

MENGENAL IBADAH

Ibadah artinya kita menjadi hamba Allah, yaitu mengabdikan diri kita hanya kepada Allah, dengan cara melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, dan mengikuti petunjuk-petunjuknya, baik berupa perkataan atau perbuatan, sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah saw dan dilandasi dengan niat yang ikhlas mengharapkan ridha Allah.
Seluruh hidup setiap muslim itu untuk beribadah kepada Allah, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan tidurnya pun sebagai ibadah, karena Allah tidak semata-mata menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Nya. Allah SWT berfirman,
”Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56).

Setelah seseorang beriman dengan mengucapkan dua kalimah syahadat, maka dia wajib melaksanakan ibadah, seperti shalat, zakat, shaum, dan haji bagi yang mampu, sebagaimana dalam rukun Islam.

MENGENAL THAHARAH (BERSUCI)

Thaharah artinya suci atau bersih dari hadats dan najis. Hadats yaitu sesuatu yang menghalangi seseorang dari sahnya sebagian ibadah seperti shalat dan towaf ketika haji.
Hadats itu ada dua, yaitu hadats kecil dan hadats besar. Hadats kecil yaitu yang membatalkan wudhu seperti kentut, kencing, BAB, dan tidur lelap. Bersuci dari hadats kecil dengan cara berwudhu.
Sementara hadats besar yaitu keluar air mani, hubungan suami-istri, mimpi basah, haidh atau nifas (darah yang keluar setelah melahirkan). Bersuci dari hadats besar dengan cara mandi. Jika tidak ada air, maka wudhu dan mandi bisa diganti dengan Tayamum.

MENGENAL NAJIS

Najis yaitu seseuatu yang kotor dan harus dihilangkan dari diri kita. Contohnya seperti darah, air kencing, kotoran manusia atau binatang, dll. Suci dari najis artinya badan, pakaian dan tempat kita, bersih dari segala sesuatu yang termasuk najis. Makanya ketika kita sudah buang air kecil atau besar diharuskan untuk bersuci, yaitu yang disebut dengan Istinja.
Istinja yaitu menghilangkan najis sesudah buang air besar atau kecil, dengan air atau sekurang-kurangnya dengan tiga batu, kayu, kertas dan sebagainya. Namun tidak dibolehkan menggunakan tulang atau kotoran.

MENGENAL HUKUM ISLAM

Hukum Islam itu ada lima :

1. Wajib artinya mengerjakannya dapat pahala dan meninggalkannya berdosa
2. Sunnah artinya mengerjakannya dapat pahala dan meninggalkannya tidak berdosa
3. Haram artinya meninggalkannya dapat pahala dan mengerjakannya berdosa
4. Makruh artinya meninggalkannya dapat pahala dan mengerjakannya tidak berdosa
5. Mubah artinya mengerjakannya atau meninggalkannya tidak dapat pahala dan tidak berdosa

MENGENAL HADITS

Hadits yaitu apa-apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, sifat akhlaqnya dan sifat tentang dirinya.
Hadits merupakan wahyu dari Allah melalui Nabi Muhammad saw karena beliau tidak berbicara dan berbuat dengan hawa nafsunya tetapi dibimbing oleh Allah. Hadits harus dijadikan pedoman hidup oleh umat Islam setelah Al-Qur’an.

MAKANAN HALAL DAN HARAM

Sebagaimana yang telah kita pelajari bahwa halal itu berarti boleh, kalau makanan halal berarti makanan yang boleh dimakan. Sementara haram adalah tidak boleh, kalau makanan haram berarti makanan yang tidak boleh dimakan, karena jika memakannya kita berdosa dan akan mendapat siksa dari Allah SWT.
Allah SWT menyuruh kita untuk memakan makanan yang halal dan baik, karena sebenarnya makanan yang kita makan adalah rizki dari Allah, makanya ketika kita makan kita harus berdoa kepada Allah.
Makanan yang halal itu banyak sekali dari macam-macam hewan dan tumbuhan. Sementara makanan yang haram terhitung sedikit, ini merupakan kasih sayang Allah. Makanan yang termasuk haram tergolong kepada dua macam, yaitu haram karena jenisnya dan haram karena cara mendapatkannya.
Yang haram karena jenisnya diantaranya :
1. Bangkai kecuali bangkai ikan dan belalang
2. Darah
3. Babi
4. Yang disembelih bukan karena Allah
5. Semua hewan buas yang bertaring
6. Semua burung yang memiliki cakar
7. Dan minuman yang diharamkan adalah Khomr (minuman yang memabukan)
Sementara yang haram karena cara mendapatkannya yaitu makanan hasil mencuri atau dari uang hasil mencuri dan menipu.

MENGENAL SHOLAT JUM’AT

Sholat Jum’at adalah sholat yang dilaksanakan pada hari Jum’at tepatnya pada waktu Dzuhur, hukumnya wajib bagi :
1. laki-laki
2. muqim (berada di tempat tinggal),
3. dalam keadaan sehat
4. merdeka (bukan budak).

Sebaliknya Sholat Jum’at tidak diwajibkan bagi : perempuan, yang sedang dalam perjalanan jika tidak memungkinkan, sakit dan budak (sekarang sudah tidak ada). Bagi mereka tidak sholat Jum’at, tetapi melaksanakan shalat Dzuhur seperti biasa.
Sebelum sholat Jum’at kita diwajibkan mandi, disunnahkan untuk memakai parfum, baju yang rapih dan bersih. Sholat Jum’at di awali dengan khutbah terlebih dahulu. Ketika khutbah dan sholat Jum’at kita dilarang becanda dan berbicara walaupun menyuruh ke teman kita, ‘diam kamu’, karena sholat Jum’at kita menjadi tidak sah. Ketika Khotib (yang berkhutbah/ceramah) setelah khutbah kemudian duduk, itu disebut khutbah pertama dan ketika bangun lagi kemudian meneruskan khutbahnya itu disebut khutbah kedua.
Setelah selesai khutbah kemudian iqomah lalu sholat dua rakaat dengan dipimpin imam dan membaca Al-Fatihah dan Surat dengan Jahr (dikeraskan).

MENGENAL BULAN HIJRIAH

Selain mengetahui bulan Masehi, kita sebagai muslim harus mengenal Bulan Hijriah yang jumlah harinya antara 29 dan 30. Bulannya ada 12 yaitu :
1. Muharram 7. Rajab
2. Shafar 8. Sya’ban
3. Rabi’il Awal 9. Ramadhan
4. Robi’il Akhir 10. Syawwal
5. Jumadal Ula 11. Dzul Qo’dah
6. Jumadal Akhirah 12. Dzul Hijjah

HARI RAYA ‘IDUL FITRI DAN ‘IDUL ADHA

Umat Islam memiliki dua hari raya yaitu Hari Raya ‘Idul Fitri dan Hari Raya ‘Idul Adha. Pada saat hari raya itu umat Islam merayakannya dengan makan-makan, minum dan berkumpul bersama keluarga karena kita tidak diperbolehkan untuk puasa. Selain itu mereka juga berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dengan menunaikan kewajiban Zakat Fitrah pada saat sebelum Hari Raya ‘Idul Fitri ataupun dengan bershodaqoh. Dan juga dengan menyembelih hewan Qurban berupa sapi, kambing dan unta (di Arab) pada saat ‘Idul Adha dan tiga hari setelahnya.
Hari Raya itu diawali dengan Sholat I’dul Fitri dan ‘Idul Adha di pagi harinya. ‘Idul Fitri dilaksanakan setelah satu bulan umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 1 Syawwal. Dan ‘Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzul Hijjah di saat orang sedang Ibadah Haji dan sehari sebelumnya kita disunnahkan untuk berpuasa ‘Arafah.
Sholat I’dul Fitri dan ‘Idul Adha dilaksanakan oleh umat Islam bersama-sama biasanya di lapangan terbuka. Sebanyak 2 rakaat, rakaat pertama diawali dengan takbir sebanyak 7 kali dan rakaat kedua dengan takbir sebanyak 5 kali. Setelah selesai shalat dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah.

MENGENAL TAHUN BARU ISLAM

Umat Islam memiliki Tahun Baru yaitu Tahun baru Hijriah tanggal 1 Muharram. Pada tahun baru ini biasanya umat Islam mengadakan berbagai acara yang bermanfaat untuk menyambutnya.
Hijriah itu berasal dari kata Hijrah yang artinya berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Awal mula dihitung tahun Hijriah adalah pada saat Nabi Muhammad saw dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, dari situlah dimulai Tahun 1 Hijriah.
Rosulullah saw dan kaum muslimin berpindah (hijrah) dari Makkah ke Madinah karena di Makkah kaum muslimin sering disakiti dan disiksa oleh orang-orang Kafir. Kaum Muslimin disuruh untuk berangkat duluan oleh Rasolullah saw dengan cara sembunyi-sembunyi, sementara beliau menyusul dan ditemani oleh sahabatnya, Abu Bakar Shiddiq. Di Madinah, Rosulullah saw dan para sahabatnya disambut dengan sangat meriah oleh kaum muslimin di sana, mereka semuanya baik-baik, mereka siap untuk memberikan harta, menyediakan rumah, memberikan makanan dan sebagainya. Mereka semuanya bersaudara, karena sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Kaum Muslimin yang berhijrah disebut Muhajirin dan kaum Muslimin yang menyambut di Madinah disebut Anshor artinya penolong.

MENGENAL BULAN RAMADHAN

Allah SWT melebihkan bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang lainnya. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dari Allah, dilipatgandakannya pahala setiap amal ibadah, pahala yang sunah seperti yang wajib dan pahala yang wajib berlipat-lipat tidak seperti di bulan yang lainnya. Siangnya kita isi dengan berpuasa sebulan penuh, dan malam harinya kita isi dengan shalat Tarawih. Setiap waktu kita isi dengan ibadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, belajar dan amal sholeh yang lain karena pahala yang didapat sangat besar. Selain itu, di sepuluh hari terakhir terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut dengan malam Lailatul Qodar.

MENGENAL DOSA-DOSA BESAR

Dosa adalah suatu perbuatan yang melanggar ketentuan Allah baik meninggalkan apa yang diperintahkan ataupun melakukan apa yang dilarang. Dosa itu terbagi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dosa besar adalah dosa yang pelakunya harus dihukum di dunia dan diancam langsung dengan siksa di neraka. Sementara dosa kecil adalah dosa yang tidak ada hukumannya di dunia dan di akhirat tetap akan mendapat balasan. Akan tetapi, jika dosa kecil itu terus menerus dilakukan maka akan menjadi besar.
Setiap dosa besar maupun kecil pasti akan mendapatkan balasan dari Allah, keculai jika kita bertaubat maka dosa itu akan dihapuskan. Bertaubat artinya menyesali perbuatan dosa kita, lalu berhenti melakukan dosa dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Dosa-dosa besar itu banyak sekitar 70-an, namun kita sebutkan di antaranya,
1. Syirik (menyekutukan Allah) maksudnya menyembah tuhan selain Allah seperti menyembah patung-patung. Atau berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah, seperti memohon kepada pohon kramat, batu kramat atau kuburan.
2. Membunuh
3. Mencuri
4. Berzina (melakukan hubungan badan laki-laki dan perempuan di luar pernikahan)
5. Meninggalkan Sholat
6. Tidak mau membayar Zakat padahal mampu
7. Menyakiti orang lain
8. Durhaka kepada orang tua
9. Menuduh orang lain berbuat dosa padahal tidak
10. Bersumpah palsu/berbohong
Dll.

MENGENAL DOSA-DOSA KECIL

Sementar dosa-dosa kecil diantaranya adalah membicarakan kejelekan orang lain, marah, tidak menjaga pandangan mata, malas belajar dan yang lainnya. Meski kecil, jika terus menerus dilakukan ia akan menjadi besar. Maka kita harus berusaha untuk menjauhinya.

MENGENAL SYETAN

Syetan adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dari api. Ia hidup di dunia ini hanya untuk menggoda manusia agar menjadi temannya di neraka nanti, karena syetan sudah pasti akan masuk neraka disebabkan oleh perbuatannya yang melanggar perintah Allah. Kita disuruh oleh Allah SWT untuk berlindung kepadanya dari Syetan yang terkutuk karena ia adalah musuh yang nyata bagi kita untuk kita hindari.
Cara syetan menggoda manusia adalah dengan membisik-bisikan hati kita untuk berbuat kejahatan, seperti meninggalkan sholat, berbuat kasar kepada orang tua dan guru, berbohong dan yang lainnya. Jika kita sedang belajar kemudian mengantuk, itu adalah godaan syetan, maka kita disuruh untuk membasuh wajah kita dengan air atau berwudhu supaya syetan itu pergi. Syetan itu ada dua golongan, yaitu golongan jin dan golongan manusia. Golongan manusia contohnya, jika ada teman kita mengajak kita untuk berbuat jahat, mencuri misalnya, maka teman kita itu sudah termasuk syetan.
Supaya kita terhindar dari godaan syetan, maka kita harus banyak berlindung dan berdoa kepada Allah SWT.

Alhamdulillah wash-sholaatu wasssalaamu ‘alaa Rosulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s