Wajah Suram Hidup Kita

Tak dapat dipungkiri, saat ini kita berada di era globalisasi yang menjadikan dunia ini layaknya sebuah kampung kecil, dimana setiap informasi yang terdapat di suatu tempat dapat diakses oleh setiap orang yang berada di belahan bumi manapun. Era globalisasi ini menjadi lahan subur bagi kaum kuffar yang benci terhadap umat Islam untuk melemahkan dan meluluhlantakkan kekuatan mereka dengan menyebarkan pemikiran, prilaku dan gaya hidup yang menyimpang melalui media-media masa seperti koran, majalah, radio, televisi dan sebagainya.

Mereka adalah kaum Yahudi dan Salibis yang di tangan merekalah media informasi dunia dikuasai. Mereka tak pernah henti melakukan berbagai cara untuk menghancurkan Islam dan umatnya, sebagaimana dijelaskan oleh Allah Azza wa Jalla dalam Al-Qur’an :

“ Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridho kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah : 120).

Kenyataan ini begitu sulit dihadapi oleh kaum muslimin, sehingga tak sedikit di antara mereka yang berjatuhan dari jalan keimanan dan terperosok ke dalam lubang-lubang dosa dan kemaksiatan.

Mereka terlena dengan kenikmatan dunia yang semu, berupa harta, wanita dan tahta dengan menghalalkan segala cara, mulai dari korupsi, pencurian, perjudian, riba, berbuat curang, riba, perzinaan, penganiayaan bahkan sampai pada pembunuhan. Bukti-buktinya bisa kita baca dan lihat dari berbagai media informasi, atau kita tahu dari kejadian di sekitar kita atau bahkan kita sendiri sebagai pelakunya. Parahnya lagi jika sampai berbuat syirik (menyekutukan Allah) dengan memohon kepada selain Allah dan mendatangi perdukunan, padahal itu adalah dosa yang paling besar.

Begitulah jika hidup hanya untuk memperturutkan hawa nafsu. Selain melakukan larangan-larangan Allah, mereka juga lupa dengan kewajibannya sebagai muslim yaitu melaksanakan sholat, zakat, puasa, haji, memuliakan orang tua dan kewajiban-kewajiban yang lainnya. Kalau sudah begitu, tidak ada Islam yang tersisa dari seorang muslim kecuali namanya saja. Orang zaman sekarang menamakannya Islam KTP.

Itulah wajah kehidupan kita saat ini, kecuali sedikit orang yang di berikan rahmat oleh Allah untuk tetap istiqomah di jalan-Nya. Maka wajar jika saat ini Allah azza wajalla menimpakan berbagai macam bencana pada kita.
Ayat berikut ini layak untuk kita renungkan :

“ Sekiranya penduduk suatu negri beriman dan bertakwa, pasti Kami bukakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi kebanyakan mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Kami timpakan siksaan kepada mereka akibat perbuatan mereka.” (QS. Al-A’raf : 96).

Kini saatnya bagi kita untuk merenung dan menyadari kehilafan kita selama ini. Selanjutnya kita bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dari segala kekhilafan. Seberat apapun dosa yang telah kita lakukan, maka ampunan Allah dapat kita raih dengan kesungguhan taubat kita.

”Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar : 53).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s