Kiat Praktis mendidik anak

Anak adalah amanah yang harus dijaga, janganlah kita membiarkan mereka menjadi lemah di kemudian hari tanpa ada bekal yang diberikan,
maka kewajiban para orang tualah untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya

1.Membaca doa saat akan melakukan hubungan suami istri. Kita berlindung kepada Allah agar anak yang akan lahir dilindungi-Nya dari gangguan dan godaan syetan. Adapun doanya sebagai berikut : “Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan syetan dan jauhkanlah syetan dari bayi yang akan Engkau anugrahkan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2.Ibu harus mampu manjaga kesehatan fisik dan mentalnya saat sedang hamil karena akan berpengaruh pada kualitas kesehatan janin. Menjaga kesehatan mental dengan cara medekatkan diri kepada Allah dengan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat, dzikir dan doa.

3.Saat bayi sudah lahir, pada hari ketujuh orang tua dianjurkan untuk memberikan nama yang baik, menggunduli rambutnya dan aqiqah. “Tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya, yang harus disembelih untuk dia pada hari ketujuh dan di hari itu dia diberi nama dan digunduli rambutnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

4.Menyusui bayi maksimal dua tahun, tapi kalau tidak memungkinkan, ibu boleh menyusuinya kurang dari dua tahun. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa kualitas air susu ibu (ASI) tidak bisa digantikan oleh susu apapun juga. Karena itu Islam sangat menganjurkan agar para ibu menyusui anak-anaknya. (Lihat QS. Al-Baqarah : 233).

5.Tanamkan sejak dini nila-nilai ketauhidan , akhlak mulia kepada lingkungannya, dan pembiasaan mengabdi kepada Allah swt. Perhatikan QS. Luqman [31] ayat 13-19 di sana disebutkan apa saja yang seharusnya ditanamkan orang tua kepada anaknya.

6.Sejak dini, latihlah anak-anak untuk melaksanakan ritual-ritual wajib seperti shalat, shaum (puasa), dll. “Suruhlah anak-anakmu shalat waktu berumur tujuh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

7.Sejak dini, biasakan dipisahkan tempat tidurnya dari kamar ayah dan ibunya, antara anak laki-laki dan perempuan, dan tidak bebas memasuki kamar ayah-ibunya, atau kamar tidur orang lain.

8.Memberikan nafkah yang halal dan baik kepada anak

9.Banyak berdoa kepada Allah swt. Diantara doanya ialah : “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami. Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). QS. Ibrahim [14] : 40-41).

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s