Memanggil Fitrah

Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir adalah pesan Ilahy atau Risalah yang berisi kabar gembira dan peringatan. Risalah itu  ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Kepada manusia disampaikan berita yang menggambarkan nilai-nilai kejadiannya serta martabatnya diantara seluruh makhluk yang diciptakan Allah.

“ Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dalam susunan yang paling sempurna.” (QS. At-Tiin : 4).

Dibandingkan dengan makhluk lain yang hidup, manusia memiliki susunan jasmaniyah dan ruhaniyah yang paling sempurna. Ia mempunyai jasad dan ruh, mempunyai panca-indra yang ajaib untuk menghubungkannya dengan alam luar, memiliki nafsu sebagai pendorong untuk melengkapi keperluan hidup dan memelihara jenisnya. Mempunyai akal untuk berpikir, mempunyai hati untuk merasa, pikir dan rasa dapat mengetahui dan merasakan mana yang buruk dan mana yang baik serta mempunyai hati nurani yang dapat mendorong untuk menjauhi yang buruk dan menuju kepada yang baik.

Maka, dengan segala unsur jasmaniyah dan ruhaniyah itu, manusia mengandung bakat (potensi) untuk meningkat ke taraf hidup yang lebih tinggi, lebih indah dan murni, yakni bila unsur-unsur itu berkembang dan dipergunakan sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan oleh Khaliq dalam penciptaan manusia dan sunnatullah yang berlaku.

Di samping itu, manusia juga memiliki kecenderungan untuk turun martabat kepada level yang lebih rendah, selevel hewan atau lebih rendah lagi. Yaitu apabila ia mengabaikan potensinya, tidak memeliharanya, tidak mengembangkan dan tidak mempergunakannya sesuai dengan sunnatullah yang berlaku. Terlebih jika hawa nafsu lepas dari kendali akal, kemudian ia menjadi penguasa atas dirinya, maka tidak ada yang dilakukan olehnya selain membuatnya semakin turun kepada derajat yang rendah. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT :

“ Kemudian kami turunkan derajat mereka kepada derajat yang paling rendah.” (QS. At-Tiin : 5).

Intisari dari Risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw ialah petunjuk, pedoman dan bagaimana manusia menjaga nilai dan martabat kemanusiaannya supaya tidak anjlok. Justru Islam menghendaki berkembangnya bakat dan potensi serta meningkatnya mutu kemanusiaan kepada tingkat yang lebih tinggi. “Sesungguhnya kamu akan melalui jalan (naik) setingkat demi setingkat.” (QS. Al-Insyiqoq: 19).

Untuk itu, bakat dan potensi yang sudah ada pada diri manusia membutuhkan tuntunan.

Di saat kebanyakan manusia itu martabatnya anjlok ke level yang rendah, dalam ayat di atas segera disusul dengan pengecualian yang ringkas dan padat, kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.” (At-Tiin : 6).

Karena manusia membutuhkan tuntunan, mereka segera mencari tuntunan itu, dan tidak sedikit di antara mereka yang gagal. Oleh karena itu, jika kita ingin berhasil maka kita harus memilih tuntunan yang cocok dan sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia.

Tidak ada tuntunan yang memiliki sifat dan tujuan seperti itu selain ISLAM, sebuah agama paripurna yang diberikan sang Khaliq yang sesuai dengan fitrah manusia dan undang-undang Ilahy yang berlaku pada dirinya.

“ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus dan benar kepada agama itu. (yakni) ciptaan Allah yang Ia jadikan manusia sesuai dengan Agama itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah. Itulah agama yang benar. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (QS. Ar-Rum: 30).

Tugas Risalah para Rasul Allah dan kemudian Tugas Da’wah para penerusnya adalah mempertemukan fitrah manusia dengan wahyu Allah. Al-Qur’an sebagai firman Allah dan apa yang disandarkan kepada Rasulullah berupa hadits adalah wahyu dari Allah. Ia merupakan tuntunan yang dibutuhkan oleh manusia, menyapa fitrahnya dan seringkali menyentuh akal dan hati nuraninya.

Contoh-contoh ayat Al-Qur’an yang bisa kita ketengahan pada kesempatan ini dan layak untuk kita renungkan diantaranya,

àBibit tanaman ditebarkan, ia tumbuh, berurat menggali tanah, berbunga dan berbuah. Itu hal yang biasa. Manusia dan hewan dengan mudah mengambil manfaat darinya untuk dijadikan makanan, obat, pakaian dan perhiasan.

Tetapi kita diperingatkan, “Maka sudahkah kamu perhatikan apa yang kamu tanam? Apakah kamu menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya? Jika Kami kehendaki, maka kami jadikan ia racikan-racikan kayu (kering), maka kamu akan tercengang.” (Al-Waqi’ah: 63-65).

àHujan turun dari langit. Sebagian digunakan makhluk untuk hidup, sebagian turun ke dalam tanah untuk dikembalikan ke permukaan bumi, memancar, membasahi kebun, menggenangi sawah hingga dapat ditanami, sebagian lagi mengalir ke laut untuk menguap kembali menjadi awan dan turun kembali sebagai hujan. Itu hal yang lumrah dalam pandangan kita.

Tetapi kita diperingatkan, “Sudahkah kamu perhatikan air yang kamu minum? Apakah kamu yang menurunkannya dari mega, ataukah Kami yang menurunkannya? Jika Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin maka mengapakah kamu tidak mau bersyukur.” (Al-Waqi’ah: 68-70).

Dan bisakah kita bayangkan jika air yang menjadi syarat mutlak bagi setiap yang hidup menghilang lenyap, sehingga bumi ini menjadi kering tandus seperti keadaannya planet-planet yang lain. “Katakanlah, apakah kamu memperhatikan, jika air kamu itu lenyap menghilang, maka siapakah yang bisa membawakan untuk kamu air yang tumbuh memancar?” (Al-Mulk: 30).

àDua potong kayu kering digosokkan, semakin lama semakin panas sampai mengeluarkan api, dapat digunakan untuk memasak, menghangatkan badan di waktu dingin, menjadi sumber cahaya di waktu gelap. Itu bukan hal yang aneh, orang zaman dahulu biasa melakukannya. Tetapi kita diperingatkan, “ Sudahkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan? Apakah kamu yang menjadikan pohonnya, ataukah Kami yang mengadakannya?” (Al-Waqi’ah: 71-72).

Begitulah seterusnya jika kita selalu mengkaji wahyu dari Allah baik ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi, akan kita dapatkan sentuhan-sentuhan terhadap nurani kita. Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s