Stasiun Kehidupan

Kereta tidak selamanya melaju, pasti ada stasiunnya untuk berhenti, baik untuk prgantian penumpang atau memberikan kesempatan kepada masinis untuk sedikit beristirahat menghela nafas supaya bisa melanjutkan kembali perjalanan. Begitu pula hidup kita. Ada stasiun dimana kita berhenti sejenak dari lajunya perjalanan hidup kita, menghela nafas dalam-dalam, perlahan menghembuskannya lalu merenung, bahwa ternyata betapa banyak ni’mat-ni’mat yang Allah berikan, sementara diri kita berlumuran dosa dan maksiat, lihatlah kekuasaan Allah, Allah maha berkuasa melakukan apa saja. Lantas apalagi yang kita tunggu selain kematian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s