Saat Cinta Berhembus dengan Halus

Di pelupuk matamu ada cinta. Sorotan mata itu begitu menghujam ke lubuk hati. Nafas-nafas kerinduan berlabuh dalam muara kesejukan. Menerobos ranting-ranting keraguan dan bayang-bayang yang membuat sayap kita terpatah. Saat kita bersua, aku pun merasakan getaran yang sama.

Getaran itu mendebarkan mengukir keindahan-keindahan jiwa. Tetapi sesaat setelah itu engkau lebih membuat aku tertunduk. Cinta yang begitu sejuk di dalam hati tidak lantas berwujud nafsu yang mengembara. Engkau betapa indah, dan lebih indah lagi ternyata engkau lebih mengingatkanku kepada Yang Maha Memberi Cinta. Aku tertunduk syahdu karena begitu indah cinta yang Ia berikan. Mungkin cinta yang berhembus dengan halus yang menyusup menyejukkan pori-pori keimanan itu adalah apa yang Allah berikan sebagai fitrah. Namun berbeda dengan cinta yang berhembus dengan kasar, ia membangunkan kekejian-kekejian hawa nafsu. Tak ada yang mengendalikannya selain syetan yang terkutuk.
Cinta yang halus hanya ada pada jiwa yang halus. Kehalusan jiwa akan mengukir kehalusan cinta yang tanpa cedera. Perjalanannya harus senantiasa lurus, karena sedikit saja melenceng, maka kemungkinan besar akan tenggelam dalam lautan murka. Oleh karena itu bagi sang pencinta hendaklah memiliki kesabaran dalam mengayunkan langkahnya karena ia sedang menghadapi tantangan yang teramat berat. Bagaimana tidak ! Ia sedang menjalani cinta yang belum terlabuhkan, dalam dirinya hanya baru ada cita-cita. Ia harus senantiasa memiliki ‘penjagaan diri’ yang ekstra kuat.
Cinta halus yang berhembus itu perlu dilabuhkan. Karena di sanalah keindahan-keindahan yang lebih indah. Ketentraman-ketentraman yang lebih tentram. Dan kesejukan-kesejukan yang lebih sejuk. Pelabuhannya adalah ‘pernikahan’. Yang akan menjawab semua kerinduan sang pencinta. Di sanalah kehidupan cinta yang damai, yang akan memberikan ketentraman pada setiap yang saling mencintai. Kesejatian-kesejatiannya akan tampak, yang membuktikan cinta itu sendiri, karena cinta bukanlah sekedar rasa tapi ada pembuktian-pembuktian. Di sanalah tergoreskan kisah cinta yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s