Strategi Mendidik Jiwa

Ternyata, dengan mengetahui maksiat dan bahayanya saja, tidak membuat orang bisa meninggalkan maksiat. Buktinya, justru banyak orang yang berilmu melakukan kemaksiatan yang lebih besar dibanding orang yang tidak berilmu. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis dalam mendidik jiwa. Pertama, menanamkan kesadaran di lubuk hati yang paling dalam akan hakikat diri kita, ini bisa dilakukan dengan jalan Muhasabah. Kedua, setelah itu kita harus menyadari bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah SWT (Muroqobah). Ketiga, mencurahkan kesungguhan kita dalam melakukan latihan-latihan penyucian diri (Mujahadah). Seperti memperbanyak diam dari pembicaraan yang tidak bermanfaat, ini akan bisa mengontrol diri kita dari kesalahan-kesalahan. Kemudian mendidik hawa nafsu kita dengan rasa lapar, yaitu dengan memperbanyak shaum. Tidak banyak tidur, supaya tidak banyak keinginan yang jelek. Tetapi waktu kita harus banyak kita isi dengan banyak melakukan shalat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, belajar, bekerja dan amal shaleh yang lainnya. Dengan latihan-latihan seperti ini, maka Insya Allah kita akan kuat menahan diri kita dari perbuatan dosa. (Muhasabah – Muroqobah – Mujahadah). Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s